<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indybjn's Weblog</title>
	<atom:link href="http://indybjn.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indybjn.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2008 07:37:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='indybjn.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f4df6cfce9b726da654353cce1ce6e9e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indybjn's Weblog</title>
		<link>http://indybjn.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>tujuan dan implikasi zakat</title>
		<link>http://indybjn.wordpress.com/2008/11/03/tujuan-dan-implikasi-zakat/</link>
		<comments>http://indybjn.wordpress.com/2008/11/03/tujuan-dan-implikasi-zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 07:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indybjn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indybjn.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[ZAKAT MAAL
Islam telah menetapkan bahwa zakat adalah kewajiban kaum muslimin. Dalam Rukun Islam, membayar zakat masuk kepada urutan ketiga, setelah mendirikan shalat. Lima rukun-rukun ini saling menopang satu sama lain, sehingga jika satu rukun tidak terlaksana, mustahil agama Islam dapat berdiri tegak dengan gagahnya.
Sebagai salah satu Rukun Islam, telah disyariatkan tentang pelaksanaan zakat ini. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=12&subd=indybjn&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>ZAKAT MAAL</p>
<p>Islam telah menetapkan bahwa zakat adalah kewajiban kaum muslimin. Dalam Rukun Islam, membayar zakat masuk kepada urutan ketiga, setelah mendirikan shalat. Lima rukun-rukun ini saling menopang satu sama lain, sehingga jika satu rukun tidak terlaksana, mustahil agama Islam dapat berdiri tegak dengan gagahnya.</p>
<p>Sebagai salah satu Rukun Islam, telah disyariatkan tentang pelaksanaan zakat ini. Dalam Al Qur’an, kata zakat banyak tercantum bersama shalat. Qur’an sebagai pedoman hukum tertinggi umat Islam, menjelaskan mengenai kewajiban zakat, para mustahik (yang berhak menerima zakat), ancaman untuk yang tidak membayar zakat dan lain sebagainya. Sedangkan dalam Sunnah Rasul, adalah kumpulan perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW semasa hidupnya, yang berfungsi sebagai penjabaran hukum dari Qur’an dalam pelaksanaan zakat ini.</p>
<p>Zakat maal atau zakat harta, adalah zakat yang wajib dibayarkan setiap muslimin yang memiliki harta yang sudah sampai nishab-nya selama satu tahun kepemilikan. Zakat maal terdiri dari berbagai macam, ada zakat emas- perak, zakat perniagaan, zakat pertanian, zakat binatang ternak, zakat madu dan hasil hewan. Setiap jenis zakat ini memiliki nishab sendiri-sendiri, seperti zakat emas nishabnya 85 gram, dan besar zakatnya adalah 2,5%, dan seterusnya.</p>
<p><strong>TUJUAN ZAKAT</strong></p>
<p>Telah kita ketahui bersama, bahwa ada dua golongan di dunia ini, satu, dari golongan yang memimiliki ekonomi kuat atau orang-orang kaya. Yang lainnya, golongan berekonomi lemah atau orang miskin atau dhuafa. Pada kenyataan sebenarnya, terlihat bahwa golongan miskin jumlahnnya lebih banyak daripada orang-orang kaya.</p>
<p>Salah satu tujuan kewajiban berzakat adalah mengurangi jumlah kaum dhuafa. Dengan memberikan bantuan melalui zakat, diharapkan perekonomian dan kehidupan para kaum dhuafa akan menjadi lebih baik. Sehingga dengan harapan yang lebih tinggi, para kaum dhuafa yang terbantu akan lebih mandiri dan bisa menjadi pihak pemberi bantuan (muzakki).</p>
<p>Selain itu, dengan dibantunya kaum dhuafa oleh orang-orang kaya ini, maka hubungan antara kedua golongan ini menjadi lebih baik dan harmonis, yang kaya akan membantu meringankan beban kemiskinan kaum dhuafa, sedangkan kaum dhuafa akan mendoakan orang-orang mampu supaya perekonomiannya menjadi lebih baik.</p>
<p><strong>DALIL-DALIL</strong></p>
<p>Allah berfirman dalam surat at Taubah ayat 103, yang artinya:<br />
&#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&#8221;<br />
Dari tafsir ayat diatas, terlihat bahwa tujuan zakat adalah mensucikan harta. Sehingga jika seseorang tidak membayarkan zakat dari sebagian hartanya, maka hartanya tersebut tidaklah suci, karena didalam hartanya ada hak orang-orang miskin yang wajib dibayarkan.</p>
<p><strong>PERHITUNGAN ZAKAT MAAL BAGI PEGAWAI</strong></p>
<p>Sebagai pegawai suatu kantor yang memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, rasanya tidak berlebihan jika dikategorikan sebagai kaum yang memiliki perekonomian baik dan termasuk orang-orang yang mampu. Terkadang terlintas di benak kita, jika semua kebutuhan sehari-hari telah terpenuhi, sedangkan gaji bulanan kita masih tersisa cukup banyak, adakah terlintas pada benak kita, sebagian uang kita merupakan hak bagi kaum dhuafa?</p>
<p>Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Inginkah kita mensucikan harta kita? Tidakkah hati kita tergerak untuk membantu kaum dhuafa? Jika kaum dhuafa banyak sekali jumlahnya, mungkinkah kita dapat membantu mengurangi jumlahnya dari sekarang (bahkan dalam skala yang kecil sekali)?</p>
<p>Menurut DR. KH. Didin Hafidhuddin, MS dalam bukunya tentang Pedoman Zakat Praktis, yang berisi tanya jawab seputar zakat itu, beliau mengemukakan bahwa ada dua pendapat yang mengatur kewajiban berzakat bagi pegawai-pegawai kantoran seperti kita.</p>
<p>Pendapat pertama, bahwa kewajiban berzakat adalah untuk harta yang telah mencapai nishab dalam jumlah yang tetap selama setahun. Contohnya, untuk nishab harta emas adalah 85 gram dan besarnya zakat adalah 2,5%. Jika harga emas 1 gram adalah Rp 100.000,-, maka jika kita punya simpanan uang di bank (yang tidak berkurang jumlahnya selama setahun) minimal sebesar Rp 8.500.000,- maka kita wajib mengambil 2,5% darinya (+ Rp 212.500,-) untuk dizakatkan.</p>
<p>Sedangkan pendapat kedua menyatakan, bahwa gaji bulanan yang kita terima dapat dizakatkan sebesar 2,5% darinya. Jika gaji kita Rp 1.000.000,- per bulan, setelah dikurangi untuk pembelian kebutuhan sehari-hari tersisa Rp 500.000,- maka kita dapat mengambil 2,5% atau Rp 12.500,- untuk dizakatkan.</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>Sebagai umat muslimin yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mampu, bukanlah suatu pengorbanan yang besar jika kita harus mengeluarkan 2,5% dari penghasilan kita untuk dizakatkan. Di luar sana, masih banyak sekali orang-orang yang nasibnya tidak lebih baik dari kita, dan sudah sewajarnyalah bila kita sebagai orang-orang yang mampu dapat membantu golongan dhuafa.</p>
<p>Dengan harapan agar kaum dhuafa dapat terangkat dari belenggu kemiskinan dan juga dengan terbayarnya zakat ini, harta kita menjadi suci karenanya. Semoga Allah SWT membalas semua amalan baik yang kita lakukan selama kita hidup, amin. Wallahu’alam. (cyp/pkpu)</strong></p>
<p>http://www.pkpu.or.id/artikel.php?id=15&amp;no=14</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="579">
<tbody>
<tr>
<td width="85%" valign="middle">Tujuan Zakat Dan Dampaknya Pada Kehidupan Pribadi</td>
<td width="4%" valign="middle"> </td>
<td width="5%" valign="middle"> </td>
<td width="6%" valign="middle"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="579">
<tbody>
<tr>
<td>Written by Sigit Wahyu   </td>
</tr>
<tr>
<td>Wednesday, 18 June 2008</td>
</tr>
<tr>
<td>
31/01/2002 &#8211; Fiqh Maaliyah</p>
<p>Sumber : Hukum Zakat, DR. Yusuf Qardawi, 1999.</p>
<p>Tujuan zakat dan dampaknya bagi si pemberi</p>
<p>Quran telah membuat ibarat tentang tujuan zakat, dihubungkan dengan orang-orang kaya yang diambil daripadanya zakat, yaitu disimpulkan pada dua kalimat yang terdiri dari beberapa huruf, akan tetapi keduanya mengandung aspek yang banyak dari rahasia-rahasia zakat dan tujuan-tujuan agung.</p>
<p>Dua kalimat tersebut adalah tathhir/membersihkan dan tazhiriah/mensucikan, yang keduanya terdapat dalam firman Allah: &#8220;Ambillah olehmu dari harta mereka sedekah, yang membersihkan dan mensucikan mereka.&#8221;(QS 9:103). Keduanya meliputi segala bentuk pembersihan dan pensucian, baik material maupun spritual, bagi pribadi orang kaya dan jiwanya atau bagi harta dan kekayaannya.</p>
<p>Zakat mensucikan jiwa dari sifat kikir</p>
<p>Zakat yang dikeluarkan si Muslim semata karena menurut perintah Allah dan mencari ridhaNya, akan mensucikannya dari segala kotoran dosa secara umum dan kotornya sifat kikir.</p>
<p>Zakat mendidik berinfak dan memberi</p>
<p>Sebagaimana halnya zakat mensucikan jiwa si Muslim dari sifat kikir, ia pun mendidik agar si Muslim mempunyai rasa ingin memberi, menyerahkan dan berinfak.</p>
<p>Berakhlak dengan akhlak Allah</p>
<p>Manusia apabila sudah suci dari kikir dan batil, dan sudah siap untuk memberi dan berinfak, akan naiklah ia dari kekotoran sifat kikirnya. Dan ia hampir mendekati kesempurnaan sifat Tuhan, karena salah satu sifatNya adalah memberi kebaikan, rahmat, kasih sayang dan kebajikan, tanpa ada kemanfaatan yang kembali kepadaNya. Berusaha untuk sifat-sifat ini, sesuai dengan kemampuan manusia, adalah berakhlak dengan akhlak Allah, dan itulah ujung dari kesempurnaan nilai kemanusiaan.</p>
<p>Zakat merupakan manifestasi syukur atas nikmat Allah</p>
<p>Zakat akan membangkitkan bagi orang yang mengeluarkannya makna syukur kepada Allah, pengakuan akan kutamaan dan kebaikanNya, karena sesungguhnya Allah, sebagaimana dikemukakan oleh al-Ghazali, senantiasa memberikan nikmat kepada hambaNya, baik yang berhubungan dengan diri maupun hartanya.</p>
<p>Zakat mengobati hati dari cinta dunia</p>
<p>Zakat dari segi lain, merupakan suatu peringatan terhadap hati akan kewajiban kepada Tuhannya dan kepada akhirat serta merupakan obat, agar hati jangan tenggelam kepada kecintaan akan harta dan kepada dunia secara berlebih-lebihan.Karena sesunguhnya tenggelam kepada kecintaan dunia, sebagaimana dikemukakan oleh ar-Razi, dapat memalingkan jiwa dari kecintaan kepada Allah dan ketakutan kepada akhirat.</p>
<p>Zakat mengembangkan kakayaan batin</p>
<p>Sesungguhnya orang yang melalukan kebaikan dan makruf serta menyerahkan yang timbul dari dirinya dan tangannya untuk membangkitkan saudara seagama dan sesama manusia dan menegakkan hak Allah pada orang itu, maka orang itu akan merasa besar, tegak dan luas jiwanya. Juga orang itu telah berusaha menghilangkakn kelemahan jiwanya, menghilangkan egoismenya serta menghilangkan bujukan setan dan hawa nafsunya.</p>
<p>Zakat menarik rasa simpati/cinta</p>
<p>Zakat, mengikat antara orang kaya dengan masyarakatnya, dengan ikatan yang kuat, penuh kecintaan, persaudaraan dan tolong menolong.</p>
<p>Zakat mensucikan harta</p>
<p>Zakat – sebagaimana membersihkan dan mensucikan jiwa – juga ia mensucikan dan mengembangkan harta orang kaya. Karena berhubungannya hak orang lain dengan sesuatu harta, akan menyebabkan harta tersebut bercampur/kotor, yang tidak bisa suci kecuali dengan mengeluarkannya.</p>
<p>Zakat tidak mensucikan harta yang haram</p>
<p>Harta yang kotor, yang sampai ke tangan pemiliknya melalui perampasan, pencopetan, sogokan atau dengan meninggikan harga atau melalui riba atau melalui perjudian atau melalui bentuk-bentuk lain, maka sesungguhnya zakat itu tidak memberikan dampak apa-apa, tidak mensucikan dan tidak memberkahkannya.</p>
<p>Zakat mengembangkan harta</p>
<p>Bagi orang yang mengerti, akan memahami bahwa di balik pengurangan yang bersifat zahir ini, hakikatnya akan bertambahdan berkembang, akan menambah harta secara keseluruhan atau menambah harta orang kaya itu sendiri. Sesungguhnya harta yang sedikit yang diberikan itu akan kembali kepadanya secara berlipat ganda, apakah ia tahu atau tidak tahu.</p>
<p>Sasaran zakat dan dampaknya bagi si penerima</p>
<p>Zakat, dilihat dari si penerimanya, membebaskan manusia dari sesuatu yang menghinakan martabat mulia manusia dan merupakan kegiatan tolong-menolong yang sangat baik, dalam menghadapi problema kehidupan dan perkembangan zaman.</p>
<p>Zakat membebaskan si penerima dari kebutuhan</p>
<p>Sesungguhnya Islam menghendaki, agar manusia hidup dalam keadaan yang baik, bersenang-senang dengan kehidupan yang leluasa, hidup dengan mendapatkan keberkahan dari langit dan bumi, mereka memakan rizki, merasakan kebahagiaan karena terpenuhinya kebutuhan hidup, dan hati serta perasaannya merasa aman karena Allah yang memenuhi diri dan kehidupannya.</p>
<p>Allah mewajibkan zakat dan menjadikannya tiang agama Islam, dimana zakat diambil dari orang kaya dan diberikan kepada si fakir, yang dengannya mereka dapat memenuhi kebutuhan materinya, seperti makan, minum, pakaian dan perumahan serta kebutuhan biologisnya seperti pernikahan, yang oleh para ulama ditetapkan sebagai kesempurnaan hidup, serta kebutuhan fikiran dan ruhani seperti buku-buku ilmu pengetahuan bagi yang membutuhkan.</p>
<p>Zakat menghilangkan sifat dengki dan benci</p>
<p>Manusia, jika kefakiran melelahkannya dan kebutuhan hidup menimpanya, sementara di sekelilingnya ia melihat orang-orang hidup dengan bersenang-senang, hidup dalam keleluasaan, tetapi tidak memberikan pertolongan kepadanya, bahkan mereka membiarkannya dalam cengkeraman kefakiran. Pasti orang ini hatinya akan benci dan murka kepada masyarakat yang membiarkannya.</p>
<p>Islam mewajibkan zakat, agar memudahkan para penganggur, menanggung orang yang susah hidupnya, membayar utangnya orang yang berutang, menyampaikan ibnu sabil kepada keluarganya.  <br />
 http://sigitwahyu.net/ekonomi-islam/tujuan-zakat-dan-dampaknya-pada-kehidupan-pribadi/</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size:large;"><font size="5"> </p>
<p></font></span><strong><span style="font-size:large;"><strong><font size="5"> </p>
<p></font></strong></span> </p>
<p><a href="http://almanaar.wordpress.com/2007/11/07/zakat-dan-kedudukannya-dalam-islam/"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:large;color:#0000ff;">Zakat Dan Kedudukannya Dalam Islam</span></span></strong></a></strong></p>
<p>Ditulis pada Nopember 7, 2007 oleh abu mujahid</p>
<p>Berdasarkan sejumlah hadits dan laporan para shahabat, diketahui bahwa urutan rukun Islam setelah shalat<br />
lima waktu (setelah Isra dan Mi’raj) adalah puasa (diwajibkan pada tahun 2 H) yang bersamaan dengan zakat fitrah.<br />
Baru kemudian perintah diwajibkannya zakat kekayaan. Namun demikian Yusuf Al-Qaradhawy menegaskan bahwa<br />
zakat adalah rukun Islam ketiga berdasarkan banyak hadits shahih, misalnya hadits peristiwa Jibril ketika mengajukan<br />
pertanyaan kepada Rasulullah : &#8220;Apakah itu Islam ?&#8221; Nabi menjawab :&#8221;Islam adalah mengikrarkan bahwa tidak ada<br />
Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah RasulNya, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa pada bulan<br />
Ramadhan, dan naik haji bagi yang mampu melaksanakannya&#8221; (Bukhari Muslim)<br />
Urutan ini tidak terlepas dari pentingnya kewajiban zakat (setelah shalat), dipuji orang yang melaksanakannya<br />
dan diancam orang yang meninggalkannya dengan berbagai upaya dan cara.<br />
Peringatan keras terhadap orang yang tidak membayar zakat tidak hanya berupa hukuman yang sangat pedih<br />
di akhirat (misalnya QS 9:34-35; 3:180, dan hadits shahih) juga terdapat hukuman di dunia. Hadits shahih<br />
menjelaskan bahwa :<br />
• Orang yang tidak mengeluarkan zakat akan ditimpa kelaparan dan kemarau panjang<br />
• Bila zakat bercampur dengan kekayaan lain, maka kekayaan itu akan binasa<br />
• Pembangkang zakat dapat dihukum dengan denda bahkan dapat diperangi dan dibunuh. Hal ini dilakukan<br />
oleh Abu Bakar ketika setelah Rasulullah wafat dimana banyak suku Arab yang membangkang tidak mau<br />
membayar zakat dan hanya mau mengerjakan sholat.<br />
Pernyataan Abu Bakar : &#8220;Demi Allah, saya akan memerangi siapapun yang membeda-bedakan zakat dari<br />
shalat,….&#8221;<br />
Berdasarkan pembahasan diatas dapat dimengerti bahwa zakat adalah asasi sekali dalam Islam, dan dapat<br />
dikatakan bahwa orang yang mengingkari zakat itu wajib adalah kafir dan sudah keluar dari Islam (murtad).<br />
Adapun beberapa perbedaan mendasar antara zakat dalam Islam dengan zakat dalam agama-agama lain<br />
menurut pengamatan Yusuf Al-Qaradhawy sbb :<br />
1. Zakat dalam Islam bukan sekedar suatu kebajikan yang tidak mengikat, tapi merupakan salah satu<br />
fondamen Islam yang utama dan mutlak harus dilaksanakan.<br />
2. Zakat dalam Islam adalah hak fakir miskin yang tersimpan dalam kekayaan orang kaya. Hak itu<br />
ditetapkan oleh pemilik kekayaan yang sebenarnya, yaitu Allah SWT.<br />
3. Zakat merupakan &#8220;kewajiban yang sudah ditentukan&#8221; yang oleh agama sudah ditetapkan nisab, besar,<br />
batas-batas, syarat-syarat waktu dan cara pembayarannya.<br />
4. Kewajiban ini tidak diserahkan saja kepada kesediaan manusia, tetapi harus dipikul tanggungjawab<br />
memungutnya dan mendistribusikannya oleh pemerintah.<br />
5. Negara berwenang menghukum siapa saja yang tidak membayar kewajibannya, baik berupa denda, dan dapat<br />
dinyatakan perang atau dibunuh.<br />
6. Bila negara lalai menjalankan atau masyarakat segan melakukannya, maka bagaimanapun zakat bagi seorang<br />
Muslim adalah ibadat untuk mendekatkan diri kepada Allah serta membersihkan diri dan kekayaannya.<br />
7. Penggunaan zakat tidak diserahkan kepada penguasa atau pemuka agama (seperti dalam agama Yahudi), tetapi<br />
harus dikeluarkan sesuai dengan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan Al Quran. Pengalaman menunjukan<br />
bahwa yang terpenting bukanlah memungutnya tetapi adalah masalah pendistribusiannya.<br />
8. Zakat bukan sekedar bantuan sewaktu-waktu kepada orang miskin untuk meringankan penderitaannya, tapi<br />
bertujuan untuk menaggulangi kemiskinan, agar orang miskin menjadi berkecukupan selama-lamanya,<br />
Sari Penting Kitab Fiqih Zakat, Dr. Yusuf Al-Qaradhawy________________________________6<br />
____________________________________________________________________________________________<br />
mencari pangkal penyebab kemiskinan itu dan mengusahakan agar orang miskin itu mampu memperbaiki<br />
sendiri kehidupan mereka.<br />
9. Berdasarkan sasaran-sasaran pengeluaran yang ditegaskan Quran dan Sunnah, zakat juga mencakup tujuan<br />
spiritual, moral. sosial dan politik, dimana zakat dikeluarkan buat orang-orang mualaf, budak-budak, orang<br />
yang berhutang, dan buat perjuangan, dan dengan demikian lebih luas dan lebih jauh jangkauannya daripada<br />
zakat dalam agama-agama lain.<br />
Sebelum membahas masalah jenis zakat yang wajib zakat, ada baiknya kalau kaji melompat dulu ke<br />
pembahasan Bagian VI, yaitu: &#8220;Tujuan Zakat dan Dampaknya dalam Kehidupan Pribadi dan Masyarakat.<br />
Diharapkan dengan memahami tujuan-tujuan zakat ini, akan semakin terangsanglah kita untuk lebih mengetahui<br />
masalah zakat ini dan tentu saja untuk mengamalkannya. Tu;isan ini akan mengupas dampak zakat dalam kehidupan<br />
pribadi, yang akan disambung dengan dampak zakat dalam kehidupan bermasyarakat.<br />
Tujuan zakat dan dampaknya bagi pribadi dapat dipisahkan antara pribadi si PEMBERI dan si PENERIMA.<br />
Zakat bukan bertujuan sekedar untuk memenuhi baitul maal dan menolong orang yang lemah dari kejatuhan<br />
yang semakin parah. Tapi tujuan utamanya adalah agar manusia lebih tinggi nilainya daripada harta, sehingga<br />
manusi menjadi tuannya harta bukan menjadikan budaknya. Dengan demikian kepentingan tujuan zakat terhadap si<br />
pemberi sama dengan kepentingannya terhadap si penerima.<br />
Beberapa tujuan dan dampak zakat bagi si PEMBERI adalah:<br />
1. Zakat mensucikan jiwa dari sifat kikir.<br />
Zakat yang dikeluarkan karena ketaatan pada Allah akan mensucikannya jiwa (9:103) dari segala kotoran dan<br />
dosa, dan terutama kotornya sifat kikir.<br />
Penyakit kikir ini telah menjadi tabiat manusia (17:100; 70:19), yang juga diperingatkan Rasulullah SAW<br />
sebagai penyakit yang dapat merusak manusia (HR Thabrani), dan penyakit yang dapat memutuskan tali<br />
persaudaraan (HR Abu Daud dan Nasai). Sehingga alangkah berbahagianya orang yang bisa menghilangkan<br />
kekikiran. &#8220;Barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang<br />
beruntung&#8221; (59:9; 64:16).<br />
Zakat yang mensucikan dari sifat kikir ditentukan oleh kemurahannya dan kegembiraan ketika mengeluarkan<br />
harta semata karena Allah. Zakat yang mensucikan jiwa juga berfungsi membebaskan jiwa manusia dari<br />
ketergantungan dan ketundukan terhadap harta benda dan dari kecelakaan menyembah harta.<br />
2. Zakat mendidik berinfak dan memberi.<br />
Berinfak dan memberi adalah suatu akhlaq yang sangat dipuji dalam Al Qur’an, yang selalu dikaitkan dengan<br />
keimanan dan ketaqwaan (2:1-3; 42:36-38; 3:134; 3:17; 51:15-19; 92:1-21)<br />
Orang yang terdidik untuk siap menginfakan harta sebagai bukti kasih sayang kepada saudaranya dalam<br />
rangka kemaslahatan ummat, tentunya akan sangat jauh sekali dari keinginan mengambil harta orang lain<br />
dengan merampas dan mencuri (juga korupsi).<br />
3. Berakhlaq dengan Akhlaq Allah<br />
Apabila manusia telah suci dari kikir dan bakhil, dan sudah siap memberi dan berinfak, maka ia telah<br />
mendekatkan akhlaqnya dengan Akhlaq Allah yang Maha Pengash, Maha Penyayang dan Maha Pemberi.<br />
4. Zakat merupakan manifestasi syukur atas Nikmat Allah.<br />
5. Zakat mengobati hati dari cinta dunia.<br />
Tnggelam kepada kecintaan dunia dapat memalingkan jiwa dari kecintaan kepada Allah dan ketakutan kepada<br />
akhirat. Adalah suatu lingkaran yang tak berujung; Usaha mendapatkan harta —-&gt; mendapatkan kekuasaan —<br />
-&gt; mendapatkan kelezatan —-&gt; lebih berusaha mendapatkan harta, dst. Syariat Islam memutuskan lingkaran<br />
tsb dengan mewajibkan zakat, sehingga terhalanglah nafsu dari lingkaran syetan itu. Bila Allah mengaruniai<br />
Sari Penting Kitab Fiqih Zakat, Dr. Yusuf Al-Qaradhawy________________________________7<br />
____________________________________________________________________________________________<br />
harta dengan disertai ujian/fitnah (21:35; 64:15; 89:15) maka zakat melatih si Muslim untuk menandingi fitnah<br />
harta dan fitnah dunia tsb.<br />
6. Zakat mengembangkan kekayaan bathin<br />
Pengamalan zakat mendorong manusia untuk menghilangkan egoisme, menghilangkan kelemahan jiwanya,<br />
sebaliknya menimbulkan jiwa besar dan menyuburkan perasaan optimisme.<br />
7. Zakat menarik rasa simpati/cinta<br />
Zakat akan menimbulkan rasa cinta kasih orang-orang yang lemah dan miskin kepada orang yang kaya. Zakat<br />
melunturkan rasa iri dengki pada si miskin yang dapat mengancam si kaya dengan munculnya rasa simpati dan<br />
doa ikhlas si miskin atas si kaya.<br />
8. Zakat mensucikan harta dari bercampurnya dengan hak orang lain (Tapi zakat tidak bisa mensucikan harta<br />
yang diperoleh dengan jalan haram).<br />
9. Zakat mengembangkan dan memberkahkan harta.<br />
Allah akan menggantinya dengan berlipat ganda (34:39; 2:268; dll). Sehingga tidak ada rasa khawatir bahwa<br />
harta akan berkurang dengan zakat.<br />
Adapun tujuan dan dampak zakat bagi si penerima:<br />
1. Zakat akan membebaskan si penerima dari kebutuhan, sehingga dapat merasa hidup tentram dan dapat<br />
meningkatkan khusyu ibadat kepada Tuhannya.<br />
Sesungguhnya Islam membenci kefakiran dan menghendaki manusia meningkat dari memikirkan kebutuhan<br />
materi saja kepada sesuatu yang lebih besar dan lebih pantas akan nilai-nilai kemanusiaan yang mulia sebagai<br />
khalifah Allah di muka bumi.<br />
2. Zakat menghilangkan sifat dengki dan benci.<br />
Sifat hasad dan dengki akan menghancurkan keseimbangan pribadi, jasamani dan ruhaniah seseorang. Sifat<br />
ini akan melemahkan bahkan memandulkan produktifitas. Islam tidak memerangi penyakit ini dengan sematamata<br />
nasihat dan petunjuk, akan tetapi mencoba mencabut akarnya dari masyarakat melalui mekanisme zakat,<br />
dan menggantikannya dengan persaudaraan yang saling memperhatikan satu sama lain.<br />
Berikut ini merupakan kelanjutan dari pembahasan &#8220;Tujuan Zakat dan Dampaknya&#8221; yang kali ini difokuskan<br />
dalam kehidupan masyarakat.<br />
Zakat didasarkan pada delapan asnafnya yang tersebut dalam QS 9:60 memperjelas kedudukan dan fungsinya<br />
dalam masyarakat yaitu terkait dengan :<br />
1. Tanggung jawab sosial (dalam hal penanggulangan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan fisik minimum (KFM),<br />
penyediaan lapangan kerja dan juga asuransi sosial (dalam hal adanya bencana alam dll).<br />
2. Perekonomian, yaitu dengan mengalihkan harta yang tersimpan dan tidak produktif menjadi beredar dan<br />
produktif di kalangan masyarakat. Misalnya halnya harta anak yatim; &#8220;Usahakanlah harta anak yaitm itu<br />
sehingga tidak habis oleh zakat&#8221; (Hadits).<br />
3. Tegaknya jiwa ummat, yaitu melalui tiga prinsip :<br />
a. Menyempurnakan kemerdekaan setiap individu (fi riqob)<br />
b. Membangkitkan semangat beramal sholih yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Misalnya<br />
berhutang demi kemaslahatan masyarakat ditutupi oleh zakat.<br />
Sari Penting Kitab Fiqih Zakat, Dr. Yusuf Al-Qaradhawy________________________________8<br />
____________________________________________________________________________________________<br />
c. Memelihara dan mempertahankan akidah (fi sabilillah)<br />
Beberapa problematika masyarakat yang disorot oleh Yusuf Al-Qaradhawy dimana zakat seharusnya dapat<br />
banyak berperan adalah sbb:<br />
1. Problematika Perbedaan Kaya-Miskin.<br />
Zakat bertujuan untuk meluaskan kaidah pemilikan dan memperbanyak jumlah pemilik harta (…&#8221;Supaya harta<br />
itu jangan hanya berputar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu&#8221;, QS 59:7).<br />
Islam mengakui adanya perbedaan pemilikan berdasarkan perbedaan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki<br />
manusia. Namun Islam tidak menghendaki adanya jurang perbedaan yang semakin lebar, sebaliknya Islam<br />
mengatur agar perbedaan yang ada mengantarkan masyarakat dalam kehidupan yang harmonis, yang kaya<br />
membantu yang miskin dari segi harta, yang miskin membantu yang kaya dari segi lainnya.<br />
2. Problematika Meminta-minta.<br />
Islam mendidik ummatnya untuk tidak meminta-minta, dimana hal ini akan menjadi suatu yang haram bila<br />
dijumpai si peminta tsb dalam kondisi berkecukupan (ukuran cukup menurut hadits adalah mencukupi untuk<br />
makan pagi dan sore). Disisi lain Islam berusaha mengobati orang yang meminta karena kebutuhan yang<br />
mendesak, yaitu dengan dua cara;<br />
(1) menyediakan lapangan pekerjaan, alat dan ketrampilan bagi orang yang mampu bekerja, dan<br />
(2) jaminan kehidupan bagi orang yang tidak sanggup bekerja.<br />
3. Problematika Dengki dan Rusaknya Hubungan dengan Sesama.<br />
Persaudaraan adalah tujuan Islam yang asasi, dan setiap ada sengketa hendaknya ada yang berusaha<br />
mendamaikan (49:9-10). Rintangan dana dalam proses pendamaian tsb seharusnya dapat dibayarkan melalui<br />
zakat, sehingga orang yang tidak kaya pun dapat berinisiatif sebagai juru damai.<br />
4. Problematika Bencana<br />
Orang kaya pun suatu saat bisa menjadi fakir karena adanya bencana. Islam melalui mekanisme zakat<br />
seharusnya memeberikan pengamanan bagi ummat yang terkena bencana (sistem asuransi Islam), sehingga<br />
mereka dapat kembali pada suatu tingkat kehidupan yang layak.<br />
5. Problematika Membujang<br />
Banyak orang membujang dikarenakan ketidakmampuan dalam hal harta untuk menikah. Islam menganjurkan<br />
ummatnya berkawin yang juga merupakan benteng kesucian. Mekanisme zakat dapat berperan untuk<br />
memenuhi kebutuhan tsb.<br />
6. Problematikan Pengungsi<br />
Rumah tempat berteduh juga merupakan kebutuhan primer disamping makanan dan pakaian. Zakat<br />
seharusnya menjadi unsur penolong pertama dalam menangani masalah pengungsi ini.<br />
Demikian intisari pembahasan Tujuan Zakat dan Dampaknya dalam Kehidupan Pribadi dan Masyarakat.<br />
Begitu banyak kemaslahatan masyarakat yang bisa diwujudkan dengan harta zakat zakat, namun apa daya<br />
pelaksanaan kewajiban zakat ini masih sangat minim di kalangan ummat Islam. Dua hal yang menyebabkannya :<br />
pertama, karena ketidaktahuan ummat mengenai mekanisme zakat ini; dan yang kedua adalah kelemahan ummat<br />
dalam mengelolanya. Insya Allah, untuk lebih memelek-zakatkan kita dalam hal berzakat, posting berikutnya akan<br />
menyangkut pembahasan &#8220;Kekayaan yang Wajib Dizakati&#8221;.</p>
<p>DIarsipkan di bawah: <a href="http://id.wordpress.com/tag/zakat/"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">Zakat</span></span></a></p>
<p>http://almanaar.wordpress.com/2007/11/07/zakat-dan-kedudukannya-dalam-islam/</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indybjn.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indybjn.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indybjn.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indybjn.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indybjn.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indybjn.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indybjn.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indybjn.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indybjn.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indybjn.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=12&subd=indybjn&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indybjn.wordpress.com/2008/11/03/tujuan-dan-implikasi-zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ae874c344e7dc3c77004b4f273e33d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indybjn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>motiVation</title>
		<link>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/motivation/</link>
		<comments>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/motivation/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 04:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indybjn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indybjn.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita sengaja memikirkan sebuah ide, kadang ide begitu sulit datang. Sementara saat kita sedang santai tiba-tiba sebuah ide datang. Sebagai contoh pengalaman saya tadi malam, saat kondisi pikiran sedang santai tiba-tiba muncul sebuah ide untuk menulis sebuah artikel yang ingin segera dipublikasikan agar bisa dibaca oleh Anda pembaca internet. Archimedes datang ide saat dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=6&subd=indybjn&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Saat kita sengaja memikirkan sebuah ide, kadang ide begitu sulit datang. Sementara saat kita sedang santai tiba-tiba sebuah ide datang. Sebagai contoh pengalaman saya tadi malam, saat kondisi pikiran sedang santai tiba-tiba muncul sebuah ide untuk menulis sebuah artikel yang ingin segera dipublikasikan agar bisa dibaca oleh Anda pembaca internet. Archimedes datang ide saat dia sedang mandi. Ada juga ide datang saat sedang tidur melalui mimpi dan berbagai cara lainnya. Intinya saat pikiran kita sedang rileks. Mengapa?</strong></p>
<p><strong>Saat sedang tidur, saat sedang mandi, atau saat-saat santai lainnya ialah saat pikiran kita begitu tenang. Inilah saatnya kita mengakses pikiran bawah sadar karena sebenarnya informasi sudah banyak yang tersimpan disana, hanya saja kita perlu mengaksesnya seperti kita mengakses file yang ada di dalam komputer kita.</strong></p>
<p><strong>Jadi kapan datangnya ide? Seringkali ide-ide tersebut sudah ada didalam pikiran bawah sadar. Setiap kali ada informasi, pikiran bawah sadar kita selalu menangkap dan menyimpan informasi tersebut. Yang kita perlukan ialah mengakses dan mengolah informasi yang ada di dalam pikiran bawah sadar. Jika kita mampu melakukannya maka kita dalam sebuah proses kreatif.</strong></p>
<p><strong>Selain kondisi rileks, kita juga bisa mengakses informasi yang ada di dalam pikiran bawah sadar dengan suatu teknik visualisasi. Saat kita membuat suatu visualisasi ke dalam pikiran kita, seolah kita memberikan suatu cetak biru kepada pikiran bawah sadar, kemudian pikiran bawah sadar akan memanggil berbagai unsur yang diperlukan untuk membangun gambaran tersebut menjadi suatu ide atau gagasan yang utuh.</strong></p>
<p><strong>Memang prosesnya tidak selalu instan, kadang diperlukan waktu untuk mengakses semua informasi yang dibutuhkan untuk menyusun suatu ide yang lengkap. Mungkin saja perlu proses untuk menggali baik informasi terdalam maupun justru informasi yang ada di luar kita. Untuk mencari informasi yang ada di luar kita, kita akan memanfaatkan berbagai potongan informasi yang ada di dalam pikiran bawah sadar kita sebagai penghubung atau pemicu untuk mendapatkan informasi lain dari luar.</strong></p>
<p><strong>Fenomena ini oleh Anthony Robbins disebut dengan RAS (<em>Reticular Activating System</em>). Dimana otak akan bertindak seperti magnet, menarik semua informasi dan peluang yang membantu Anda menggapai tujuan yang lebih cepat. Jadi terlepas apakah Anda percaya atau tidak dengan konsep yang dijelaskan oleh <em>Law of Attraction</em>, pemograman pikiran menjadi lebih positif tetap diperlukan untuk keberhasilan Anda.</strong></p>
<p><strong>Relaksasi dan visualisasi hanyalah bagian dari berbagai teknik yang bisa kita gunakan untuk memprogram pikiran. Setidaknya ada empat manfaat besar dari upaya pemograman pikiran</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indybjn.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indybjn.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indybjn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indybjn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indybjn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indybjn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indybjn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indybjn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indybjn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indybjn.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indybjn.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indybjn.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=6&subd=indybjn&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/motivation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ae874c344e7dc3c77004b4f273e33d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indybjn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>one litters of tears</title>
		<link>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/one-litters-of-tears/</link>
		<comments>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/one-litters-of-tears/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 04:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indybjn</dc:creator>
				<category><![CDATA[dreams]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indybjn.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[mengapa harus kata jatuh berada didepan kata cinta ?
apakah karena cinta memang selalu identik dengan musibah dan malapetaka
mengapa harus kata mati yang berada dibelakang kata cinta?
apakah cinta memang selalu menghadirkan segumpal lara dan setetes air mata?
sejumlah kisah, sejumlah peristiwa lahir dan tumbuh bersama cinta
tak jarang terdapat luka di setiap akhir cerita
ya!!!luka yang teramat pedih
luka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=3&subd=indybjn&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>mengapa harus kata jatuh berada didepan kata cinta ?</p>
<p>apakah karena cinta memang selalu identik dengan musibah dan malapetaka</p>
<p>mengapa harus kata mati yang berada dibelakang kata cinta?</p>
<p>apakah cinta memang selalu menghadirkan segumpal lara dan setetes air mata?</p>
<p>sejumlah kisah, sejumlah peristiwa lahir dan tumbuh bersama cinta</p>
<p>tak jarang terdapat luka di setiap akhir cerita</p>
<p>ya!!!luka yang teramat pedih</p>
<p>luka yang berakhir dengan tangisan pilu dan kesedihan yang abadi</p>
<p>selalu ada jalan terbentang selalu ada kemungkinan untuk menang</p>
<p>jangan terlalu larut dalam kesedihan</p>
<p>la Tahzan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..innallaha ma&#8217;ana</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indybjn.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indybjn.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indybjn.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indybjn.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indybjn.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indybjn.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indybjn.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indybjn.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indybjn.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indybjn.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indybjn.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indybjn.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=3&subd=indybjn&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/one-litters-of-tears/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ae874c344e7dc3c77004b4f273e33d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indybjn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/hello-world/</link>
		<comments>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 03:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indybjn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=1&subd=indybjn&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indybjn.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indybjn.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indybjn.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indybjn.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indybjn.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indybjn.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indybjn.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indybjn.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indybjn.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indybjn.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indybjn.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indybjn.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indybjn.wordpress.com&blog=3860736&post=1&subd=indybjn&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indybjn.wordpress.com/2008/05/31/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2ae874c344e7dc3c77004b4f273e33d9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indybjn</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>